Teori Terbentuknya Tata Surya - Seputar Tata Surya

Tata Surya 

Teori Terbentuknya Tata Surya - Seputar Tata Surya  - Jika kita perhatikan benda benda langit di sekita kita seperti Matahari, Bintang, dan Bulan, kita melihat bahwa benda benda langit tersebut tampak bergerak mengelilingi bumi. Oleh karena itu, kita beranggapan bahwa Bumi menjadi pusat dari pergerakan benda benda langit tersebut.



Seorang ahli dari Yunani bernama Clauius Ptolomeus (100-178 M) bahkan pernah mengemukakan teorinya bahwa Bumi merupakan pusat dari alam semesta. Teori tersebut dikenal dengan nama teori geosentris. Pendukung teori geosentris lainnya adalah Socrates, Plato, Aristoteles, Tales, Anaximander, dan  Phytagoras. Teori geosentris ini sempat dipercaya hingga dikemukakannya teori baru oleh Nicolaus Copernicus. Copernicus berpendapat bahwa semua benda langit termasuk Bumi, bergerak mengelilingi matahari. Teori ini dikenal dengan nama teori heliosentris karena menganggap Matahari sebagai pusat peredaran benda benda langit. Pendukung teori ini adalah Bruno, Johanes Keppler, Galileo, dan Isaac Newton. Kenyataan bahwa Matahari menjadi pusat peredaran benda benda angkasa adalah karena Matahari memiliki gaya gravitasi paling besar di antara semua benda-benda angkasa.

Teori-Teori Terbentuknya Tata Surya.


1. Teori Nebula


Teori Nebula pada dasarnya mengungkapkan terbentuknya tata sury melalui tiga tahap.
  • Pada mulanya matahari dan planet masih berbentuk kabut yang sangat pekat dan besar.
  • Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat sehingga terjadi pemadatan di pusat lingkaran yang selanjutnya membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan terbentuk juga materi lain dengan massa yang lebih kecil dari Matahari. Materi tersebut dinamakan planet dan bergerak mengelilingi Matahari
  •  Materi materi yang terbentuk tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi Matahari. Gerakan materi-materi tersebut berada dalam satu orbit yang tetap dan membentuk susunan yang disebut tata surya (keluarga Matahari).

a) Teori Nebula : Immanuel Kant (1724-1804)

Immanuel Kant adalah seorang filsuf dan ilmuwan Jerman. Ia merupakan orang yang pertama kali mengemukakan teori nebula. Menurut Kant, tata surya terbentuk oleh gumpalan kabut (nebula) yang terdiri atas bermacam-macam gas. Awalnya gas-gas di angkasa yang massanya besar menarik gas-gas yang massanya kecil yang berada sekelilingnya hingga membentuk gas yang menyerupai cakram.

Gumpalan gas tersebut mengalami pemampatan dan penyusutan sehingga menyebabkan perputaran kabut bermassa besar yang berada di pusat cakram menjadi Matahari, sedangkan gas-gas disekitarnya mengalami penurunan suhu dan menyusul membentuk planet-planet mengelilingi Matahari.

b) Teori Nebul : Piere Simon de Laplace (1749-1827)

Piere Simon de Laplace adalah seorang ahli fisika prancis. Lapaplace berpendapat bahwa tata surya berasal dari kabut gas raksasa yang sejak awal telah berputar dalam keadaan panas. Kabut gas tersebut selalu memancarkan panas ke alam semesta yang dingin sehingga kabut tersebut menjadi dingin dan mengalami penyusutan. Keadaan tersebut menyebabkan perputarannya makin cepat sehingga terjadi pemampatan di kedua kutubnya dan melebar di bagian ekuator.

Perputaran yang makin cepat menyebabkan sebagian gas-gas di ekuator terlepas dari bola gas awal. Gas-gas yang terlepas tersebut selanjutnya membentuk bola-bola gas yang lebih kecil dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bola gas awal, yaitu matahari.

Meskipun dasar teori yang dikemukakan oleh Kant dan Laplace berbeda, inti teori keduanya mengandung persamaan bahwa tata surya berasal dari kabut. Oleh karena itu teori ini lebih dikenal dengan sebutan teori Kant-Laplace. Teori Kant-Laplace in selanjutnya menjadi dasar bagi para ahli astronomi dalam melakukan penelitian tentang tata surya.

b. Teori Planetesimal


Teori planetesimal dikemukakan oleh 2 orang sarjana Amerika, yaitu  Chamberlin dan Moulton pada tahun 1908. Sepertinya halnya teori Kant-Laplace, Chamberlin dan Moulton juga beranggapan bahwa tata surya berasal dari kabut. Namun, berbeda dengan teori Kna- Laplace yang mengatakan gumpalan kabut berbentuk bola, Chamberlin dan Moulton menyatakan bahwa gumpalan kabut yang akan membentuk tata surya berbentuk spiral atau pilin sehingga disebut kabut pilin.

Kabut pilin tersebut terdiri atas butiran material padat yang disebut planetesimal. Tiap-tiap planetesimal mempunyai lintasan orbit yang bebas sehingga terjadi tumbukan antar planetisimal. Akibat tumbukan yang berulang dan adanya gaya gravitasi, terjadilnya penumpukan planetesimal sehingga menjadi gumpalan yang lebih besar dan lebih mampat. Gumpalan terbesar berada di pusat kabut pilin dan menjadi Matahari, sedangkan gumpalan-gumpalan yang lebih kecil menjadi planet-planet yang secara bersama-sama berevolusi terhadap matahari (beredar mengelilingi Matahari).

c. Teori Pasang Surut.


Teori Pasang Surut pertama kali dikemukakan oleh Buffon (1707-1788). Menurut Buffon tata surya berasal dari materi matahari yang terlempar setelah bertabrakan dengan komet. Teori ini kemudian diperbaiki oleh James Jeans dan Harold Jeffreys (1919). 

Jeans dan Jeffreys mengemukakan bahwa ada sebuah bintang besar yang mendekati Matahari sehingga menyebabkan ada efek pasang pada kabut Matahari. Bintang besar tersebut juga menimbulkan kekuatan yang dapat menarik dan melepaskan sebagian massa matahari. Massa yang terlepas dari Matahari itu pecah dan berputar, selanjutnya secara perlahan mendingin menjadi planet-planet dan sateli-satelit seperti yang sekarang. 

d. Teori Awan Debu (Proto Planet).


Seorang ahli astronomi Jerman, Carl von Weizsaecker pada tahun 1940-an mengemukakan pendapatnya tentang terbentuknya tata surya melalui teorinya yang disebut teori proto planet. Teori proto plaet itu kemudian disempurnakan oleh Gerard P. Kuiper pada tahun 1950-an dengan melakukan perbaikan teori-teori sebelumnya. TEori ini aling banyak diterima orang karena dianggap paling memenuhi syarat untuk keadaan yang ditemukan, baik di dalam maupun di luar tata surya.

Dasar teori proto planet adalah bahwa matahari beserta planetnya (tata surya) berasal dari kabut gas. Kabut ags tersebut tersebar tipis-tipis diangkasa dalam jumlah yang sangat banyak. Karena adanya pengaruh gaya tarik antarmolekul dalam kabut gas tersebut, perlahan-lahan kabut gas menjadi gumpalan-gumpalan yang makin padat. Keadaan tersebut disebabkan oleh gerak gas yang berputar tidak beraturan di dalam kumpulan kabut. Namun, secara perlahan gerak tersebut menjadi gerak berputar yang memipihkan dan memadatkan kabut. Salah satu gumpalan mengalami pemampatan di tengah, sedangkan gumpalan-gumpalan yang kecil hanyut di lingkungan sekitarnya. Gumpalan yang berada di tengah itulah yang dikenal sebagai Matahari.

e. Teori Bintang Kembar.


Teori bintang kembar dikemukakan oleh seorang ahli astronomi inggris R.A. Lyttleton sekiatr tahun 1930-an. Teori itu menyatakan bahwa Matahari dahulu diduga memiliki sebuah bintang sebagai kembarannya. Bintang yang menjadi kembaran Matahari itu kemudian meledak mengakibat terlemparnya sejumlah partikel. Partikel yang terlempar tersebut kemudian mendingin membentuk planet-planet dan satelit-satelit yang mengelilingi Matahari.



2 Komentar untuk "Teori Terbentuknya Tata Surya - Seputar Tata Surya"

memang indah alam semesta ini bayangkan aja kalau kita bisa pindah ke planet yang ada qifinya gratis hehehhe

Titanium Apps - ITIAN - TITSBIAN-ART
Download the latest Android apps from titanium ranger TITaniumarts.com. titan metal · titanium pipes App · Sports · Table Games · Virtual does titanium set off metal detectors Reality · Virtual Reality. · Apps and garmin fenix 6x pro solar titanium Games.

Back To Top